DZIKIR....
*Sebagian gejala orang yang ma’rifat
Ia selalu berdzikir kepaa Allah.
Selalu terngiang ingat kepada Allah.
Dzikirnya da-imun lestari tanpa diseling
Di waktu berdiri, duduk, maupun berbaring.
Baik diwaktu sunyi maupun ramai.
Baik diwaktu sibuk maupun santai.
Baik diwaktu senang maupun susah
Ingat Allah meskipun diwaktu marah.
*Sebagian gejala orang yang ma’rifat
Dihadapan Allah hatinya selalu hadir.
Berserah diri baik batin maupun zhahir.
Cinta Allah dari awal sampai akhir,
Cinta sesama tak pandang kaya atau fakir
Kotoran kalbu dibersihkan dengan dzikir.
Ucapan lisan dihiasi dengan pikir,
Berbekal diri untuk menyongsong hari akhir,
Tekun ibadah selalu taqwa kepada Al-Mushawwir.
Itulah ahli dzikir:
Hatinya selalu fokus kepada Al-Qadir
Ingat Allah dikalbu maupun di bibir.
Ingat akan ”mati” menghadap Al-Muakhir,
Ingat hari kiamat yang kelak pasti hadir.
*Dzikir jalan terdekat menuju Allah,
Kawan,ada empat tingkatan dzikir:
1 Dzikir lalai, hanya terbatas ucapan bibir.
2 Dzikir sadar, namun godaan hati tetap mengalir,
3 Dzikir khusyu’ hati sudah sepenuhnya hadir.
4 Dzikir ghaibah, dapat melupakan segalanya, selain Allah Al-Muqtadir.
Kawan, macam Dzikir yang manakah yang selama ini anda lakukan?*
”Hai Orang yang beriman,berdzikirlah ( dengan menyabut nama Allah )dzikir sebanyak-banyaknya....
( Qs,Al-Ahzab 33: 41 )
Allah SWT berfirman pada hari Qiamat:
”keluarkanlah dari neraka orang yang pernah ingat pada suatu saat kepada-Ku.
Atau orang yang pernah merasa takut kepada-Ku, dalam kedudukan apa pun.”
( H.R.Turmudzi yang bersumber dari Anas ra )
Ia mengkhususkan diri mengabdi kepada Allah,
Mengkhususkan jiwanya mencari ridha Allah,
Mengkhususkan hidupnya tegakkan agama Allah.
Ia selalu bersama Allah dimanapun ia berada.
Ia selalu ingat Allah apapun yang ia pikirkan.
Ia selalu karena Allah apapun yang ia niatkan.
Ia selalu atas nama Allah dalam melakukan
Kebajikan.
Ia selalu membela agama Allah dalam setiap
Kesempatan.
• Ia yakin segala kebajikan bersumber dari Allah
Dan segala kejadian bermuara kepada Allah.
Tujuan hidupnya untuk sampai di hadapan Allah.
Harapan hatinya untuk diterima mengabdi Allah.
Bila bekerja, kerjanya bermuatan ibadah.
Bila berlibur, liburnya diisi ibadah.
Ia yakin, setiap kegiatan bernilai ibadah
Asal bismillah diniatkan mengabdi Allah.
• Itulah ahli takhasus.
Hidupnya khusus untuk berbakti kepada Allah,
Untuk taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah.
Hidupnya dari Allah, oleh Allah, untuk Allah.
”Wa ma umiru illa liya’budulloha mukhlishina
Lahud-dina hunafa-a wa yuqimus-sholata wa
Yu’tuz-zakata wa dzalika dinul-qoyyimah”*
Dan (manusia) tidak diperintah kecuali
Supaya menyembah Allah dengan ikhlas,
Menegakkan agama, mendirikan shalat,
Menunaikan zakat.
Dan itulah agama yang teguh.
• Pertanyaan:
Seberapa jauh anda mengkhususkan diri
Mengabdi kepada Allah?
Seberapa jauh anda mengkususkan diri
Menegakkan agama Allah?
Perhatikan sabda Nabi saw:
”Barangsiapa yang mengucapkan: La Illaha
Illallah dengan ikhlas dari hatinya, niscaya ia
Masuk surga.”
Pada surah Al-A’raf seratus tujuh puluh dua.
Kala ruh insan berbai’at di alam arwah
Allah bertanya: ”Alastu bi robbikum?”
Adakah Aku (Allah) Tuhanmu?
Ruh insan menjawab: ”Bala syahidna.”
Pasti ya Allah, kami bersaksi.
Maka didunia manusia dituntut
Untuk bersyahadat dengan patut
Menuhankan Allah, bertasyahud
Bahwa Allahlah dzat yang wajibul wujud.
• Musyahadah bukan sekedar mengucapkan syahadat,
Melainkan, kesaksian hati di hadapan Allah Al-Ahad.
Lisannya musyahadah dengan membaca syahadatain.
Nuraninya musyahadah dengan iman yang yakin.
Kalbunya musyahadah dengan taqarrub bil batin.
Raganya musyahadah dengan amalan shalihin.
Shalat berdasar musyahadah maka shalatnya khusu’.
Sedekah berdasar musyahadah maka sedekahnya
Ikhlas.
Beramal berdasar musyahadah maka amalnya tulus.
Hidup berdasar musyahadah maka hidupnya lurus.
I a d a p a t
Merasakan kehadiran Allah pada setiap ibadahnya.
Merasakan kehadiran Allah dalam seluruh hidupnya.
Bahwa Allah selalu memantau mengawasinya.
Bahwa Allah selalu hadir menyertainya.
Bahwa Allah selalu dekat di dalam hatinya.
• Musyahadah hasil kontemplasi,
Hasil perenungan yang penuh konsentrasi
Musyahadah tatap batin yang tanpa ragu,
Kesaksian batin kepada Allah Yang Maha Satu.
Hanya kepadaNya kita mengabdi, kita berbakti.
Hanya kepadaNya kita bertuhan, sepenuh hati.
• Musyahadah pangkal segala ’aqidah.
Musyahadah pangkal segala ibadah.
Beribadah tanpa musyahadah ibarat
Menulis kata-kata indah di udara, atau
Melukis panorama indah di lautan
Meskipun indah tetapi tiada bekasnya,
Meskipun elok tetapi hanya fatamorgana.
Beranggapan ibadah adalah puncak cinta
Dan cinta adalah puncak ma’rifat
Dan ma’rifat puncak agama.
Agama tanpa ma’rifat, buta.
Ma’rifat tanpa ibadah, dusta.
Ibadah tanpa cinta, nista.
Orang ‘arif billah ibadahnya didasarkan atas cinta,
Bukan rasa takut, bukan segan, bukan terpaksa.
• Itu merupakan sikap batin,
Sikap batin berdasarkan ’ilmul yaqin,
Menuju ke arah ’ainul yaqin,
Menanjak ke arah nurul yaqin,
Sempurna menjadi haqqul yaqin.
• Ibadah adalah puncak cinta:
Cinta seorang hamba kepada Robbnya
Serta cinta Robb kepada hambaNya
Bertemu dalam ibadah seorang hamba.
Dua kekasih yang berbeda kedudukannya:
Yang satu hamba, yang satu Pencipta.
Dua cinta bertemu menjadi satu
Berpadu dalam syahdu, dalam haru.
K a w a n,
Percayalah, ibadahmu tidak akan sia-sia
Asalkan bersih ikhlas lillahi Ta’ala.
Allah Asy-Syakur, Maha Mensyukuri ibadah anda.
Allah Ar-Rauf, Maha Mengasihi hamba yang setia.
Allah Al-Wadud, Maha Mencintai hamba yang taqwa.
• Ibadah itu pengabdian.
Ibadah itu ketaqwaan.
Semua perilaku menjadi ibadah apabila
Didasarkan atas pengabdian dan ketaqwaan.
Diawali dengan ”Basmallah”,
Diakhiri dengan ”Hamdallah”.
Doa cinta Nabi Daud as.:
”Ya Allah sesungguhnya aku memohon agar dapat mencintaiMu, mencintai orang yang mencintaiMu, dan beramal dengan amal yang dapat menyampaikanku untuk cinta padaMu.
Ya Allah jadikanlah kecintaanku kepadaMu melebihi kecintaanku pada diriku, kepada ahliku (istri dan anak) dan kepada air yang dingin (disaat panas terik di padang pasir).”
Ia tahu benar syarat-syarat beribadah.
Beribadah harus ditujukan hanya kepada Allah.
Langsung kepada Allah tanpa perantara
Niatnya lurus bersih ikhlas lillahi Ta’ala
Cara beribadah mengikuti syariat Nabi,
Penuh tawadhu’ jauh dari berbangga diri.
Beristiqomah, ajeg, tidak kenal bosan.
Taqarrub mendekatkan diri pada Tuhan.
Tawajjuh penuh berkonsentrasi diri.
Hanya kepada Allah beribadah dan mengabdi.
Beribadah harus berdasarkan kesadaran,
Tanpa paksaan, tanpa kekerasan
Bila beribadah karena hati terpaksa,
Pahalanya hilang, ibadahnya sia-sia.
Itulah ibadahnya kaum arifin billah
Yang beribadah betul-betul karena Allah
Itulah ibadahnya kaum mukhlishin
Yang betul-betul ikhlas lahir dan batin.
*sebagian gejala orang yang ma’rifat:
Suka laksanakan yang diwajibkan Allah.
Juga ibadah sunat, yakni ibadah nafilah,
Ibadah tambahan disamping yang maghdhah.
Sehingga apabila ia telah di cintai Allah,
Maka Allahlah sebagai pendengaran bagi
Pendengaranya,
Sebagai pengihatan bagi penglihatanya,
Sehingga semua amalnya menjadi lurus.
Akhlak dan perilakunya menjadi bagus.
Bila mohon kepada Allah, dikabulkanya.
Bila mohon perlindungan Allah, dilindunginya.*
*ibadah nafilah ibadah tambahan ,
Tetapi sangat disukai Allah Ar-Rahman.
Sebagai bukti bahwa insan dekat dengan Tuhan,
Selalu mengabdi Allah setiap berkesempatan.
*bertulus-ikhlaslah dalam melaksanakan
Agamamu, niscaya amal mu yang sedikit itu
Cukup untukmu.”
Bila wudhu yang disucikan bukan hanya
Jasmani, tetapi juga ruhaninya
Bukan hanya telapak tangan, tetapi juga niatnya.
Bukan hanya mulut, tetapi juga ucapan lisannya.
Bukan hanya paras muka, tetapi juga hati nurani.
Bukan hanya tangan, tetapi juga budi pekerti.
Bukan hanya kepala, tetapi juga gejolak pikir
Bukan hanya telinga, tetapi juga kehangatan dzikir.
Bukan hanya kaki, tetapi juga kebagusan perilaku.
Bukan hanya jari, tetapi juga kebersihan kalbu.
Tiap ibadah dicari makna batinnya,
Makna hakiki agar ibadah agung artinya.
Di samping syariat pasti ada thariqatnya.
Di samping thariqat pasti ada hakikatnya.
Terpadunya iman, syariat, thariqat dan hakikat
Membentuk keutuhan dan kesempurnaan
Ma’rifat.
• Dengan wudhu dicapai dua kebersihan:
Kebersihan badan diperoleh dengan air,
Kebersihan hati diperoleh dari taubat.
Dalam beribadah disediakan dua perhiasan:
Perhiasan badan diwujudkan dengan pakaian,
Perhiasan hati diwujudkan dengan taqwa.
Keduanya harus seiring dan sejalan.
Ibarat dua sisi mata uang:
Keduanya harus ada, tak boleh hilang
Wudhu zhahir wudhu batin
Keduanya erat terjalin.
Bila dilaksanakan dengan seksama,
Wudhunya pasti sempurna.
• Sabda Nabi SAW: ”Atthuru syathrul iman”*
Kebersihan (termasuk wudhu) separuh dari iman
Jadi ternyata ada keterkaitan erat antara:
Bersih (zhahir) dan iman (batin)
Zhahir dan batin ibarat kulit dan isi
Keduanya harus utuh, tak boleh terbagi
• Jika anda ingin mendekat kepada Allah
Dalam jarak yang sedekat-dekatnya,
Basuhlah hawa nafsu anda sampai licin
Sebagaimana anda berwudhu dengan sempurna
Zhahir dan batin.
”Innas sholata tanha ’anil ahsya-i wa munkar.”
Sungguh sholat itu mencegah sifat keji dan munkar
Jadi, shalat bukan hanya fardhu zhahir
Melainkan membentuk pula sifat-sifat batin
Dengan shalat sifat keji dan munkar tersingkir
Itu bila shalatnya dilakukan penuh disiplin
Fardhu batin mendasari fardhu zhahir
Fardhu zhahir realisasi fardhu batin
Keduanya saling melengkapi atu sama lain
Ibarat siang dan malam erat terjalin
Bila hanya sepihak niscaya pincang
Pelaksanaan fardhu akhirnya timpang
Iman tanpa islam akhirnya tercabik
Islam tanpa iman, menjadi munafik
Iman dan islam tanpa ihsan, menjadi fasik
Rasulullah saw bersabda:
”Seorang selesai mengerjakan shalat,tetapi yang diterima dari shalatnya,
Sepersepuluhnya,sepersembilannya,seperdelapannya,sepertujuhnya,
Seperemamnya,seperlimanya,sepertiganya dan seperduanya.”
Ketika ditanya oleh para sahabat, kenapa bebgitu ya Rasulullah?,
Beliau menjawab: ”Shalat yang diterima hanya yang dimengerti oleh pelakunya”
Selalu berupaya mengadakan tazkiyatun nafsi,
Penyucian hati agar kalbu putih berseri.
Yakni membersihkan semua kotoran nafsu
Sekaligus menggantinya dengan kesucian kalbu
Agar kalbu putih seputih gumpalan salju,
Hatinya bersih dari pengaruh hawa nafsu.
Jauh dari dendam, iri maupun dengki,
Berjiwa pemaaf, sabar dan rendah hati.
Jauh dari sombong, congkak dan takabur,
Kerak kotoran kalbu semua dilumat dilebur.
*tazkiyatun nafsi ibarat dokter rumah sakit.
Tugasnya menyembuhkan luka dan penyakit.
Kekafiran adalah penyakit, obatnya iman.
Kemusyrikan adalah penyakit, obatnya tauhid.
Kemunafikan adala penyakit obatnya siddiq.
Kefasikan adalah penyakit obatnya amal saleh.
Kebodohan adalah penyakit, obatnya ilmu.
Kesesatan adalah penyakit, obatnya hidayah
Takabur adalah penyakit, obatnya tawadhu’.
Ketamakan adalah penyakit, obatnya qona’ah.
Kekikiran adalah penyakit, obatnya bersedekah.
Dengki adalah penyakit, obatnya kasih sayang.
Pendendam adalah penyakit, obatnya pemaaf.
Lengah/alpa adalah penyakit, obatnya dzikir.
Malas ibadah adalah penyakit, obatnya taqwa.
Jauh dari Allah adalah penyakit, obatnya taqarrub.
Kegelisahan adalah penyakit, obatnya tawakal.
Kezhaliman adalah penyakit obatnya bersikap adil.
Perbuatan dosa adalah penyakit, obatnya istighfar.
Kemaksiatan adalah penyakit, obatnya taubatan nasuha.
*Itulah tazkiyatun nafsi,
Penyucian hati dari kotoran hawa nafsu
Sekaligus menggantinya dengan kesucian kalbu.
Buahnya adalah akhlaqul karimah,
Akhlak mulia penuh rahmah penuh mawaddah.
tazkiyatun nafsi berlangsung sepanjang hayat,
Sepanjang hawa nafsu masih kuat melekat.
Ia menuju untuk menjadi insan kamil,
Manusia purna pengabdi Allah Al-jalil.
*sebagian gejala orang yang ma’rifat
Ia berpegang teguh Al-Qur’an dan Sunah Rasul.
Keduanya ibarat tali kuat yang terbuhul.
Bila berperkara ia berhukum kepada keduanya.
Bila berslisih ia kembali kepada keduanya.
Melaksanakan segala yang diajarkanya,
Meninggalkan segala yang dicegahnya.
Menghalalkan apa yang dihalalkan,
Mengharamkan apa yang di haramkan.
Ia mengikuti jejak Rasul dengan cermat,
Dari”alif” sampai ”ya” penuh khidmat.
*ia mencitai Allah dan RasulNya ,
Melebihi cintanya kepada yang lain.
Ia taati perintah Allah dan RasulNya
Melebihi ketaatanya kepada yang lain.
Membaca shalawat seusai mendengar adzan
Mengharapkan syafa’at Rasul kelak di hari mizan.
Ia berterima kasih kepada mumhammad
Nabi pungkasan
Yang telah menuntunnya menjadi umat pilihan.
*firman Allah dalam Al-Qur’an:
”man yuthi’il-rasula faqad atho’allaha ....”
Barangsiapa mentaati Rasul, sungguh ia telah mentaati
Allah ....
”innal ladzina yubayi’unaka innama
Yubayi’unnallah ....”
Barangsiapa berjanji setia kepadamu (Muhammad),
Sungguh ia telah berjanji setia kepada Allah.
*ittiba’Rasul, mengikuti jejak Nabi.
Mengikuti Sunnah Rasul dengan tertib dan teliti.
Barangsiapa istiqomah bepegang ajaran agama,
Insya Allah akan selamat dunia akhiratnya.
”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah
Itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
Orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (ke-
datangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut allah.”
(al-ahzab 33: 21)
”...ikutlah dia (Rasulullah) supaya kamu mendapat petunjuk”
(al-A’raaf 7: 158)
Ia menyadari manfaat dan keutamaan doa.
Dengan berdoa merasa bahwa ia memiliki Allah
Yang berkuasa mengabulkan doa dan permohonan.
Dengan berdoa mengakui bahwa ia makhluk
Yang lemah
Hanya kepada Allah ia berlindung dan pasrah.
Dengan berdoa meyakini Allah Maha Mendengar,
Tempat ia memohon, tempat ia bersandar
Dengan berdoa ia merasa semakin dikasihi Allah.
Antara dirinya dengan Allah tak ada lagi
Dinding pemisah.
• ”Ad-du’au mukhul ibadah”:*
Doa itu inti ibadah.
Orang yang mau berdoa dekat dengan Allah.
Yang tidak mau berdoa justru dimurkai Allah
Karena bersikap sombong, bersikap takabur
Seolah menolak kasih Allah Yang Maha Luhur.
Bila doanya belum terwujud, tidak berarti doanya
Tidak dikabulkan Allah.
Mungkin tertunda waktunya, atau diganti dengan
Yang lebih berfaedah.
• Kasih Allah pasti datang pada suatu saat.
Hanya insan sering tidak sabar menanti.
Terkabulnya doa mungkin kelak di akhirat
Yang baginya lebih bermanfaat, lebih berarti.
• Berdoalah dengan mematuhi perintahNya.
Sertailah doa dengan ikhtiar sekuat tenaga.
Doa dan ikhtiar ibarat benih dan pupuknya.
Doa itu benih dan ikhtiar itu pupuknya.
Perlu diingat, berdoa itu ada konsekuensinya.
Mohon surga, harus taat melakukan syariat.
Terhindar neraka, harus tak melakukan maksiat.
Mohon ilmu, harus rajin tekun belajar.
Mohon rizki, harus giat bekerja berikhtiar.
Doa tanpa ikhtiar ibarat orang memerintah
Bawahannya.
Ikhtiar tanpa doa ibarat orang yang tak tahu
Asal-usulnya.
Allah SWT berfirman dalam Hadis Qudsi:
”Barangsiapa yang tidak berdoa kepadaKu,
Niscaya Aku murka kepadanya.”
(HR. Abu Hurairah dengan sanad Hasan)
”Apabila Kami berikan nikmat kepada
manusia, dia memalingkan diri dan beraku
sombong. Tetapi apabila bahaya datang
menimpanya, dia berdoa panjang lebar.” (QS.Fusshilat 41:51)
Ia selalu ber-husnuzhan kepada Allah,
Selalu berprasangka baik kepada Allah,
Tak pernah berputus-asa dari rahmat Allah,
Tak pernah putus harapan dari ampunan Allah.
Yakin bahwa doanya didengarkan oleh Allah,
Yakin bahwa doanya akan dikabulkan Allah.
Ia sadar semua yang baik dari Allah.
Semua yang buruk bersumber dari diri sendiri.
Ia sadar Allah melimpahkan banyak anugerah.
Namun hawa nafsunya merusak diri pribadi.
• Bila orang tertutup dari ma’rifat,
Sering ber-suuzhan kepada Allah,
Sering berprasangka buruk kepada Allah.
Mereka menganggap Allah begitu jauh,
Padahal Dia lebih dekat dari nadi lehernya.
Mereka mengangap Allah ”tidak peduli”,
Padahal Dia memantau manusia setiap hari
Mereka mengira Allah tak terjangkau insan,
Padahal Dia setiap waktu mengulurkan tangan,
Mereka menganggap Allah tidak adil.
Kalau tak adil, lalu siapa yang lebih adil dari Allah?
• Berprasangka baik kepada Allah, pertanda
Ia dekat dengan Allah.
Berprasangka buruk kepada Allah, pertanda
Ia jauh dari Allah.
Bagaimana pintu ma’rifat terbuka
Bila kalbunya sudah tertutup purbasangka?
Bagaimana Allah sudi mendekati
Bila si insan sudah mengunci diri?
• Kawan,
Pupuklah husnuzhzhan, baik sangka kepada Tuhan,
Niscaya imanmu menjadi teguh kuat bertahan.
Sirnakan suuzhzhan, buruk sangka kepada
Al-manan,
Agar imanmu terhindar dari godaan setan.
”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah
Kebanyakan dari prasangka,sesungguhnya
Sebagian prasangka itu adalah dosa dan
Janganlah kamu mencari kesalahan orang lain
Dan janganlah sebagian kamu menggunjing
Sebagian yang lain.”
(al-Hujurat, 49:12)
kalbunya hidup memancarkan nur Ilahi,
wajahnya bersih, sinar matanya sejuk berseri,
hatinya damai, suka bersilaturahmi,
selalu berdzikir, ingat kepada Allah,
selalu hadir, ingat kepada Allah,
banyak berdoa, memanggil asma Allah,
banyak beramal, lakukan perintah Allah.
Sebab-sebab hidupnya kalbu:
Iman teguh tawakal kepada Allah,
Taqarub mendekat kepada Allah,
Zuhud, terhadap dunia tidak serakah,
Dermawan, suka bersedekah,
Taqwa, taat beribadah,
Suka bergaul dengan pecinta Allah.
• S e b a l i k n y a,
Orang yang kalbunya mati hatinya terkunci,
Tertutup rapat dari cahay nur Ilahi.
Ia ingkar kepada Allah, jauh dari agama.
Ia kafir tak mengakui Tuhan Sang Pencipta.
Jika datang kebenaran ia menolaknya.
Hatinya keras, kasar, bagai batu laiknya.
Sebab-sebab matinya kalbu:
Iman kosong tak mengenal Allah,
Musyrik, mendua-tigakan Allah,
Takabur, akal menolak kebenaran,
Kufur terhadap rahmat Al-mannan
Fasik suka berbuat jahat,
Suka bergaul dengan ahli maksiat.
• Kalbu itu inti kehidupan ruhaniah,
Pengarah dan pengendali aktivitas batiniah.
Apabila baik kalbu,baiklah semuanya.
Apabila buruk kalbu, buruklah seluruhnya.
Namun, kalbu mudah goyah mudah berubah.
Ibarat ilalang terhembus angin berganti arah.
Kecuali bagi iman yang teguh istiqomah.
Doa teguhnya kalbu:
”Ya muqallibal qulub, tsabit qalbi ’ala dinik” :
Ya Allah yang membolak-balikan kalbu,
Tetapkanlah hatiku dalam agamaMu Amin.
Ia beruntung memiliki qalbun salim,
Kalbu yang sehat, tenteram dan damai.
Ibarat pohon teduh tahan dilanda badai
Kalbunya bersih, lurus berakhlak bagus,
Amal shalehnya lestari tidak terputus.
Kalbunya sehat lahir dan batin.
Islamnya kuat imanya yakin.
Di masyarakat menjadi rahmatan lil’alamin.
Di sisi Allah menjadi kekasih robbul’alamin.
*sungguh merugi bila memiliki qalbun maridh,
Kalbu yang sakit, hati penuh sifat munafik.
Jika berkata dusta, jika berjanji menyalahi ,
Jika diberi amanah ia menghianati.
Didepan para mukminin mengaku beriman.
Di depan kafirin ia memperolok-olokkan islam.
Hatinya penuh takabur, iri dan dengki.
Tidak sama antara kata dengan isi hati.
Mudah tergiur hawa nafsu dan godaan setan.
Iman lemah rentan langgar larangan Tuhan.
*Qalbu yang sakit mencampuradukkan
Kebenaran dengan kemungkaran
Kebaikan dengan kejahatan
Keadilan dengan kedzaliman
Ia jadikan hawa nafsu sebagai hakim,
Dibiarkan merajalela berbuat dzalim.
Sehingga kerusakan moral menjadi-jadi,
Hilang lenyap bisikan hati nurani.
*kondisi kesehatan kalbu antara lain:
Tauhid itu sehat, musyrik itu sakit,
Yakin itu sehat, was-was itu sakit,
Siddiqq itu sehat, munafik itu sakit,
Amanah itu sehat, ingkar janji itu sakit,
Jujur itu sehat, pendusta itu sakit,
Cinta damai itu sehat, dengki itu sakit,
Tawadhu’ itu sehat, takabur itu sakit,
Bersyukur itu sehat, kufur itu sakit,
Taqwa itu sehat, alpa/lalai itu sakit.
*Kalbu yang sehat membawa jalan ke ma’rifat.
Kalbu yang sakit manutup pintu rapat-rapat.
• Barangsiapa gembira karena berbuat kebajikan
dan berduka karena berbuat keburukan
itulah tandanya ia orang beriman.
S e b a l i k n y a,
Barangsiapa gembira karena berbuat kejahatan
Dan menyesal karena berbuat kebajikan
Itulah tanda orang fasik pembuat kerusakan.
Orang beriman menjadi kekasih Tuhan,
Orang fasik menjadi kekasih setan.
• Tanda-tanda orang yang sempurna imannya
- Apabila disebut asma Allah bergetar hatinya
- Apabila dibacakan ayat-ayat Allah bertambah imannya
- Bertawakal hanya kepada Allah
- Mendirikan shalat
- Menafkahkan rizkinya di jalan Allah*
• Iman itu fondasi ma’rifatullah,
Menjadi akar ”pengenalan” kepada Allah.
Tanpa iman tak mungkin mengenal Allah.
Orang kafir pasti jauh dari Allah
• Jangan iman terselubungi munafik,
Atau iman tercampuri musyrik,
Atau iman terkotori fasik,
Atau iman tersembunyi takabur,
Atau iman ternodai kufur,
Iman yang murni tegar seperti besi:
Dibakar ditempa kotoran justru menepi
Iman menjadi bersih oleh kobaran api:
Api ujian, api cobaan, tanpa berhenti.
• Iman hendaknya disertai ilmu dan amal shaleh.
Ketiganya merupakan ”trilogi” tak terpisah,
Ketiganya saling berkait saling mendukung.
Hilang satu ma’rifatnya niscaya buntung.
Ilmu, amal shaleh tanpa iman, kosong.
Iman, amal shaleh tanpa ilmu, bolong.
Iman, ilmu tanpa amal shaleh, ompong.
*Sebagian gejala orang yang ma’rifat,
Kalbunya dihiasi cinta kepada iman,
Tekadnya teguh amalkan ajaran islam,
Hatinya bersih ditaburi permata ihsan,
Benci kepada kekafiran dan kemusyrikan,
Jauh dari kefasikan dan kemungkaran,
Terhindar dari kemaksiatan dan kezhaliman,
Hatinya ridha kepada ketentuan tuhan,
Sabar tawakal menghadapi ujian dan cobaan.
*sebagian gejala orang yang ma’rifat:
Ia bisa merasakan kemanisan iman,
Ia bisa menghayati kesejukan islam,
Ia bisa mendalami kekhusyu’an ihsan,
Ia bisa menikmati kelezatan beribadah,
Ia bisa menyukai ke ikhlasan bersedekah,
Ia bisa meresapi kemuliaan taqwa,
Ia bisa mensyukuri kemakbulan do’a,
Ia bisa memelihara putihnya kalbu,
Ia bisa merelakan gugurnya hawa nafsu.
*orang yang kalbunya dipenuhi iman.
Jiwanya akan khusyu’, damai dan tentram.
Orang yang hidupnya sarat dengan islam.
Hatinya akan tawadhu’dekat dengan Ar-Rahman.
Orang yang jiwanya dihiasi ihsan.
Ia akan dicintai Tuhan dan sesama insan.
*iman islam dan ihsan
Merupakan tiga serangkai.
Iman ibarat akarnya.
Islam batang tubuhnya.
Ihsan si bunga indahnya.
Peliharalah ketiganya dengan cermat.
Agar tercapai derajat tinggi dalam ma’rifat.
Tumbuhkan ketiganya dengan subur
Agar dapat meraih maqam yang luhur
*iman islam dan ihsan
Ketiganya mutiara-mutiara agama.
Bila ketiganya dipelihara dengan baik,
Niscaya dicintai dan diridhai Allah Al-Khalik.
Bila ketiganya bersemayam dalam hati,
Ma’rifatullah akan subur bersemi.
Tetapi apabila ketiganya dibiarkan pergi,
Agamanya lenyap, di akhirat merugi.
• Jika indera mata menampak fenomena zhahir,
Bashirah mata ruhani menampak fenomena batin
Fenomena tersembunyi dibelakang yang hadir,
Yang tersamar berada dibelakang tabir.
Bashirah si mata-batin tajam bila diasah dilatih
Dengan Taqarrub kepada Yang Maha Pengasih,
Bashirah instrumen penting bagi ma’rifat,
Dapat mengungkap mana kulit mana hakikat
• Sama dengan mata-zhahir, mata-batin Beraneka ragam:
Mata-batin jernih, mudah menerima hidayah Allah,
Mata-batin tajam peka terhadap Isyarat-isyarat Allah,
Mata-batin tumpul, bagi awamYang ma’rifatnya rendah
Mata-batin buta, bagi kafirin yang mengingkari Allah
Mata-batin juling, bagi musrikinYang mendua-tigakan Allah,
Mata-batin sakit, bagi munafikin yang lancung antara Hati dan perbuatan,
Mata-batin buram, bagi fasikin
Yang mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan.
Jika mata-batin tak sehat, berarti jiwanya terhijab.
Jika jiwanya terhijab, bagaimana Ma’rifatullah mendekat?
• Mata-zhahir sering menjadi tabir ma’rifat,
Menutup hati pencari pintu hakikat.
Mata-batin yang tajam dapat menembus tabir,
Menyingkap hakikat yang berada
Di belakang yang zhahir
• Kadang mukmin awam lebih ma’rifat daripada Cendikiawan
Karena mata-batinnya lebih peka menatap Allah
Kadang mukmin biasa lebih ma’rifat daripadaUlama
Karena mata-batinnya lebih mampu menyerap Kehendak Ta’ala
• Tutuplah rapat-rapat mata-zhahir anda
Bukalah lebar-lebar mata-ruhani anda,
Niscaya anda akan dapat bermusyahadah
Bersaksi sepenuh yakin ke hadirat Allah SWT
Ia selalu berdzikir kepaa Allah.
Selalu terngiang ingat kepada Allah.
Dzikirnya da-imun lestari tanpa diseling
Di waktu berdiri, duduk, maupun berbaring.
Baik diwaktu sunyi maupun ramai.
Baik diwaktu sibuk maupun santai.
Baik diwaktu senang maupun susah
Ingat Allah meskipun diwaktu marah.
*Sebagian gejala orang yang ma’rifat
Dihadapan Allah hatinya selalu hadir.
Berserah diri baik batin maupun zhahir.
Cinta Allah dari awal sampai akhir,
Cinta sesama tak pandang kaya atau fakir
Kotoran kalbu dibersihkan dengan dzikir.
Ucapan lisan dihiasi dengan pikir,
Berbekal diri untuk menyongsong hari akhir,
Tekun ibadah selalu taqwa kepada Al-Mushawwir.
Itulah ahli dzikir:
Hatinya selalu fokus kepada Al-Qadir
Ingat Allah dikalbu maupun di bibir.
Ingat akan ”mati” menghadap Al-Muakhir,
Ingat hari kiamat yang kelak pasti hadir.
*Dzikir jalan terdekat menuju Allah,
Kawan,ada empat tingkatan dzikir:
1 Dzikir lalai, hanya terbatas ucapan bibir.
2 Dzikir sadar, namun godaan hati tetap mengalir,
3 Dzikir khusyu’ hati sudah sepenuhnya hadir.
4 Dzikir ghaibah, dapat melupakan segalanya, selain Allah Al-Muqtadir.
Kawan, macam Dzikir yang manakah yang selama ini anda lakukan?*
”Hai Orang yang beriman,berdzikirlah ( dengan menyabut nama Allah )dzikir sebanyak-banyaknya....
( Qs,Al-Ahzab 33: 41 )
Allah SWT berfirman pada hari Qiamat:
”keluarkanlah dari neraka orang yang pernah ingat pada suatu saat kepada-Ku.
Atau orang yang pernah merasa takut kepada-Ku, dalam kedudukan apa pun.”
( H.R.Turmudzi yang bersumber dari Anas ra )
Takhasus
• Sebagian gejala orang yang ma’rifatIa mengkhususkan diri mengabdi kepada Allah,
Mengkhususkan jiwanya mencari ridha Allah,
Mengkhususkan hidupnya tegakkan agama Allah.
Ia selalu bersama Allah dimanapun ia berada.
Ia selalu ingat Allah apapun yang ia pikirkan.
Ia selalu karena Allah apapun yang ia niatkan.
Ia selalu atas nama Allah dalam melakukan
Kebajikan.
Ia selalu membela agama Allah dalam setiap
Kesempatan.
• Ia yakin segala kebajikan bersumber dari Allah
Dan segala kejadian bermuara kepada Allah.
Tujuan hidupnya untuk sampai di hadapan Allah.
Harapan hatinya untuk diterima mengabdi Allah.
Bila bekerja, kerjanya bermuatan ibadah.
Bila berlibur, liburnya diisi ibadah.
Ia yakin, setiap kegiatan bernilai ibadah
Asal bismillah diniatkan mengabdi Allah.
• Itulah ahli takhasus.
Hidupnya khusus untuk berbakti kepada Allah,
Untuk taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah.
Hidupnya dari Allah, oleh Allah, untuk Allah.
”Wa ma umiru illa liya’budulloha mukhlishina
Lahud-dina hunafa-a wa yuqimus-sholata wa
Yu’tuz-zakata wa dzalika dinul-qoyyimah”*
Dan (manusia) tidak diperintah kecuali
Supaya menyembah Allah dengan ikhlas,
Menegakkan agama, mendirikan shalat,
Menunaikan zakat.
Dan itulah agama yang teguh.
• Pertanyaan:
Seberapa jauh anda mengkhususkan diri
Mengabdi kepada Allah?
Seberapa jauh anda mengkususkan diri
Menegakkan agama Allah?
Perhatikan sabda Nabi saw:
”Barangsiapa yang mengucapkan: La Illaha
Illallah dengan ikhlas dari hatinya, niscaya ia
Masuk surga.”
" Musyahadah "
Musyahadah berpangkal dari kata “syahidna”Pada surah Al-A’raf seratus tujuh puluh dua.
Kala ruh insan berbai’at di alam arwah
Allah bertanya: ”Alastu bi robbikum?”
Adakah Aku (Allah) Tuhanmu?
Ruh insan menjawab: ”Bala syahidna.”
Pasti ya Allah, kami bersaksi.
Maka didunia manusia dituntut
Untuk bersyahadat dengan patut
Menuhankan Allah, bertasyahud
Bahwa Allahlah dzat yang wajibul wujud.
• Musyahadah bukan sekedar mengucapkan syahadat,
Melainkan, kesaksian hati di hadapan Allah Al-Ahad.
Lisannya musyahadah dengan membaca syahadatain.
Nuraninya musyahadah dengan iman yang yakin.
Kalbunya musyahadah dengan taqarrub bil batin.
Raganya musyahadah dengan amalan shalihin.
Shalat berdasar musyahadah maka shalatnya khusu’.
Sedekah berdasar musyahadah maka sedekahnya
Ikhlas.
Beramal berdasar musyahadah maka amalnya tulus.
Hidup berdasar musyahadah maka hidupnya lurus.
I a d a p a t
Merasakan kehadiran Allah pada setiap ibadahnya.
Merasakan kehadiran Allah dalam seluruh hidupnya.
Bahwa Allah selalu memantau mengawasinya.
Bahwa Allah selalu hadir menyertainya.
Bahwa Allah selalu dekat di dalam hatinya.
• Musyahadah hasil kontemplasi,
Hasil perenungan yang penuh konsentrasi
Musyahadah tatap batin yang tanpa ragu,
Kesaksian batin kepada Allah Yang Maha Satu.
Hanya kepadaNya kita mengabdi, kita berbakti.
Hanya kepadaNya kita bertuhan, sepenuh hati.
• Musyahadah pangkal segala ’aqidah.
Musyahadah pangkal segala ibadah.
Beribadah tanpa musyahadah ibarat
Menulis kata-kata indah di udara, atau
Melukis panorama indah di lautan
Meskipun indah tetapi tiada bekasnya,
Meskipun elok tetapi hanya fatamorgana.
Ibadah Puncak Cinta
• Sebagian gejala orang yang ma’rifatBeranggapan ibadah adalah puncak cinta
Dan cinta adalah puncak ma’rifat
Dan ma’rifat puncak agama.
Agama tanpa ma’rifat, buta.
Ma’rifat tanpa ibadah, dusta.
Ibadah tanpa cinta, nista.
Orang ‘arif billah ibadahnya didasarkan atas cinta,
Bukan rasa takut, bukan segan, bukan terpaksa.
• Itu merupakan sikap batin,
Sikap batin berdasarkan ’ilmul yaqin,
Menuju ke arah ’ainul yaqin,
Menanjak ke arah nurul yaqin,
Sempurna menjadi haqqul yaqin.
• Ibadah adalah puncak cinta:
Cinta seorang hamba kepada Robbnya
Serta cinta Robb kepada hambaNya
Bertemu dalam ibadah seorang hamba.
Dua kekasih yang berbeda kedudukannya:
Yang satu hamba, yang satu Pencipta.
Dua cinta bertemu menjadi satu
Berpadu dalam syahdu, dalam haru.
K a w a n,
Percayalah, ibadahmu tidak akan sia-sia
Asalkan bersih ikhlas lillahi Ta’ala.
Allah Asy-Syakur, Maha Mensyukuri ibadah anda.
Allah Ar-Rauf, Maha Mengasihi hamba yang setia.
Allah Al-Wadud, Maha Mencintai hamba yang taqwa.
• Ibadah itu pengabdian.
Ibadah itu ketaqwaan.
Semua perilaku menjadi ibadah apabila
Didasarkan atas pengabdian dan ketaqwaan.
Diawali dengan ”Basmallah”,
Diakhiri dengan ”Hamdallah”.
Doa cinta Nabi Daud as.:
”Ya Allah sesungguhnya aku memohon agar dapat mencintaiMu, mencintai orang yang mencintaiMu, dan beramal dengan amal yang dapat menyampaikanku untuk cinta padaMu.
Ya Allah jadikanlah kecintaanku kepadaMu melebihi kecintaanku pada diriku, kepada ahliku (istri dan anak) dan kepada air yang dingin (disaat panas terik di padang pasir).”
Syarat beribadah Dan ibadah nafilah
Sebagian gejala orang yang ma’rifatIa tahu benar syarat-syarat beribadah.
Beribadah harus ditujukan hanya kepada Allah.
Langsung kepada Allah tanpa perantara
Niatnya lurus bersih ikhlas lillahi Ta’ala
Cara beribadah mengikuti syariat Nabi,
Penuh tawadhu’ jauh dari berbangga diri.
Beristiqomah, ajeg, tidak kenal bosan.
Taqarrub mendekatkan diri pada Tuhan.
Tawajjuh penuh berkonsentrasi diri.
Hanya kepada Allah beribadah dan mengabdi.
Beribadah harus berdasarkan kesadaran,
Tanpa paksaan, tanpa kekerasan
Bila beribadah karena hati terpaksa,
Pahalanya hilang, ibadahnya sia-sia.
Itulah ibadahnya kaum arifin billah
Yang beribadah betul-betul karena Allah
Itulah ibadahnya kaum mukhlishin
Yang betul-betul ikhlas lahir dan batin.
*sebagian gejala orang yang ma’rifat:
Suka laksanakan yang diwajibkan Allah.
Juga ibadah sunat, yakni ibadah nafilah,
Ibadah tambahan disamping yang maghdhah.
Sehingga apabila ia telah di cintai Allah,
Maka Allahlah sebagai pendengaran bagi
Pendengaranya,
Sebagai pengihatan bagi penglihatanya,
Sehingga semua amalnya menjadi lurus.
Akhlak dan perilakunya menjadi bagus.
Bila mohon kepada Allah, dikabulkanya.
Bila mohon perlindungan Allah, dilindunginya.*
*ibadah nafilah ibadah tambahan ,
Tetapi sangat disukai Allah Ar-Rahman.
Sebagai bukti bahwa insan dekat dengan Tuhan,
Selalu mengabdi Allah setiap berkesempatan.
*bertulus-ikhlaslah dalam melaksanakan
Agamamu, niscaya amal mu yang sedikit itu
Cukup untukmu.”
Wudhu Zhahir Wudhu Bathin
• Sebagian gejala orang yang ma’rifatBila wudhu yang disucikan bukan hanya
Jasmani, tetapi juga ruhaninya
Bukan hanya telapak tangan, tetapi juga niatnya.
Bukan hanya mulut, tetapi juga ucapan lisannya.
Bukan hanya paras muka, tetapi juga hati nurani.
Bukan hanya tangan, tetapi juga budi pekerti.
Bukan hanya kepala, tetapi juga gejolak pikir
Bukan hanya telinga, tetapi juga kehangatan dzikir.
Bukan hanya kaki, tetapi juga kebagusan perilaku.
Bukan hanya jari, tetapi juga kebersihan kalbu.
Tiap ibadah dicari makna batinnya,
Makna hakiki agar ibadah agung artinya.
Di samping syariat pasti ada thariqatnya.
Di samping thariqat pasti ada hakikatnya.
Terpadunya iman, syariat, thariqat dan hakikat
Membentuk keutuhan dan kesempurnaan
Ma’rifat.
• Dengan wudhu dicapai dua kebersihan:
Kebersihan badan diperoleh dengan air,
Kebersihan hati diperoleh dari taubat.
Dalam beribadah disediakan dua perhiasan:
Perhiasan badan diwujudkan dengan pakaian,
Perhiasan hati diwujudkan dengan taqwa.
Keduanya harus seiring dan sejalan.
Ibarat dua sisi mata uang:
Keduanya harus ada, tak boleh hilang
Wudhu zhahir wudhu batin
Keduanya erat terjalin.
Bila dilaksanakan dengan seksama,
Wudhunya pasti sempurna.
• Sabda Nabi SAW: ”Atthuru syathrul iman”*
Kebersihan (termasuk wudhu) separuh dari iman
Jadi ternyata ada keterkaitan erat antara:
Bersih (zhahir) dan iman (batin)
Zhahir dan batin ibarat kulit dan isi
Keduanya harus utuh, tak boleh terbagi
• Jika anda ingin mendekat kepada Allah
Dalam jarak yang sedekat-dekatnya,
Basuhlah hawa nafsu anda sampai licin
Sebagaimana anda berwudhu dengan sempurna
Zhahir dan batin.
Fardhu Zhahir, Fardhu batin (2)
Firman Allah dalam Al-Qur’an:”Innas sholata tanha ’anil ahsya-i wa munkar.”
Sungguh sholat itu mencegah sifat keji dan munkar
Jadi, shalat bukan hanya fardhu zhahir
Melainkan membentuk pula sifat-sifat batin
Dengan shalat sifat keji dan munkar tersingkir
Itu bila shalatnya dilakukan penuh disiplin
Fardhu batin mendasari fardhu zhahir
Fardhu zhahir realisasi fardhu batin
Keduanya saling melengkapi atu sama lain
Ibarat siang dan malam erat terjalin
Bila hanya sepihak niscaya pincang
Pelaksanaan fardhu akhirnya timpang
Iman tanpa islam akhirnya tercabik
Islam tanpa iman, menjadi munafik
Iman dan islam tanpa ihsan, menjadi fasik
Rasulullah saw bersabda:
”Seorang selesai mengerjakan shalat,tetapi yang diterima dari shalatnya,
Sepersepuluhnya,sepersembilannya,seperdelapannya,sepertujuhnya,
Seperemamnya,seperlimanya,sepertiganya dan seperduanya.”
Ketika ditanya oleh para sahabat, kenapa bebgitu ya Rasulullah?,
Beliau menjawab: ”Shalat yang diterima hanya yang dimengerti oleh pelakunya”
Tazkiyatun Nafsi
*Sebagian gejala orang yang ma’rifatSelalu berupaya mengadakan tazkiyatun nafsi,
Penyucian hati agar kalbu putih berseri.
Yakni membersihkan semua kotoran nafsu
Sekaligus menggantinya dengan kesucian kalbu
Agar kalbu putih seputih gumpalan salju,
Hatinya bersih dari pengaruh hawa nafsu.
Jauh dari dendam, iri maupun dengki,
Berjiwa pemaaf, sabar dan rendah hati.
Jauh dari sombong, congkak dan takabur,
Kerak kotoran kalbu semua dilumat dilebur.
*tazkiyatun nafsi ibarat dokter rumah sakit.
Tugasnya menyembuhkan luka dan penyakit.
Kekafiran adalah penyakit, obatnya iman.
Kemusyrikan adalah penyakit, obatnya tauhid.
Kemunafikan adala penyakit obatnya siddiq.
Kefasikan adalah penyakit obatnya amal saleh.
Kebodohan adalah penyakit, obatnya ilmu.
Kesesatan adalah penyakit, obatnya hidayah
Takabur adalah penyakit, obatnya tawadhu’.
Ketamakan adalah penyakit, obatnya qona’ah.
Kekikiran adalah penyakit, obatnya bersedekah.
Dengki adalah penyakit, obatnya kasih sayang.
Pendendam adalah penyakit, obatnya pemaaf.
Lengah/alpa adalah penyakit, obatnya dzikir.
Malas ibadah adalah penyakit, obatnya taqwa.
Jauh dari Allah adalah penyakit, obatnya taqarrub.
Kegelisahan adalah penyakit, obatnya tawakal.
Kezhaliman adalah penyakit obatnya bersikap adil.
Perbuatan dosa adalah penyakit, obatnya istighfar.
Kemaksiatan adalah penyakit, obatnya taubatan nasuha.
*Itulah tazkiyatun nafsi,
Penyucian hati dari kotoran hawa nafsu
Sekaligus menggantinya dengan kesucian kalbu.
Buahnya adalah akhlaqul karimah,
Akhlak mulia penuh rahmah penuh mawaddah.
tazkiyatun nafsi berlangsung sepanjang hayat,
Sepanjang hawa nafsu masih kuat melekat.
Ia menuju untuk menjadi insan kamil,
Manusia purna pengabdi Allah Al-jalil.
Mengikuti Jejak Rasul..
Ittiba’Rasul*sebagian gejala orang yang ma’rifat
Ia berpegang teguh Al-Qur’an dan Sunah Rasul.
Keduanya ibarat tali kuat yang terbuhul.
Bila berperkara ia berhukum kepada keduanya.
Bila berslisih ia kembali kepada keduanya.
Melaksanakan segala yang diajarkanya,
Meninggalkan segala yang dicegahnya.
Menghalalkan apa yang dihalalkan,
Mengharamkan apa yang di haramkan.
Ia mengikuti jejak Rasul dengan cermat,
Dari”alif” sampai ”ya” penuh khidmat.
*ia mencitai Allah dan RasulNya ,
Melebihi cintanya kepada yang lain.
Ia taati perintah Allah dan RasulNya
Melebihi ketaatanya kepada yang lain.
Membaca shalawat seusai mendengar adzan
Mengharapkan syafa’at Rasul kelak di hari mizan.
Ia berterima kasih kepada mumhammad
Nabi pungkasan
Yang telah menuntunnya menjadi umat pilihan.
*firman Allah dalam Al-Qur’an:
”man yuthi’il-rasula faqad atho’allaha ....”
Barangsiapa mentaati Rasul, sungguh ia telah mentaati
Allah ....
”innal ladzina yubayi’unaka innama
Yubayi’unnallah ....”
Barangsiapa berjanji setia kepadamu (Muhammad),
Sungguh ia telah berjanji setia kepada Allah.
*ittiba’Rasul, mengikuti jejak Nabi.
Mengikuti Sunnah Rasul dengan tertib dan teliti.
Barangsiapa istiqomah bepegang ajaran agama,
Insya Allah akan selamat dunia akhiratnya.
”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah
Itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
Orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (ke-
datangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut allah.”
(al-ahzab 33: 21)
”...ikutlah dia (Rasulullah) supaya kamu mendapat petunjuk”
(al-A’raaf 7: 158)
Keutamaan Doa
• Sebagian gejala orang yang ma’rifatIa menyadari manfaat dan keutamaan doa.
Dengan berdoa merasa bahwa ia memiliki Allah
Yang berkuasa mengabulkan doa dan permohonan.
Dengan berdoa mengakui bahwa ia makhluk
Yang lemah
Hanya kepada Allah ia berlindung dan pasrah.
Dengan berdoa meyakini Allah Maha Mendengar,
Tempat ia memohon, tempat ia bersandar
Dengan berdoa ia merasa semakin dikasihi Allah.
Antara dirinya dengan Allah tak ada lagi
Dinding pemisah.
• ”Ad-du’au mukhul ibadah”:*
Doa itu inti ibadah.
Orang yang mau berdoa dekat dengan Allah.
Yang tidak mau berdoa justru dimurkai Allah
Karena bersikap sombong, bersikap takabur
Seolah menolak kasih Allah Yang Maha Luhur.
Bila doanya belum terwujud, tidak berarti doanya
Tidak dikabulkan Allah.
Mungkin tertunda waktunya, atau diganti dengan
Yang lebih berfaedah.
• Kasih Allah pasti datang pada suatu saat.
Hanya insan sering tidak sabar menanti.
Terkabulnya doa mungkin kelak di akhirat
Yang baginya lebih bermanfaat, lebih berarti.
• Berdoalah dengan mematuhi perintahNya.
Sertailah doa dengan ikhtiar sekuat tenaga.
Doa dan ikhtiar ibarat benih dan pupuknya.
Doa itu benih dan ikhtiar itu pupuknya.
Perlu diingat, berdoa itu ada konsekuensinya.
Mohon surga, harus taat melakukan syariat.
Terhindar neraka, harus tak melakukan maksiat.
Mohon ilmu, harus rajin tekun belajar.
Mohon rizki, harus giat bekerja berikhtiar.
Doa tanpa ikhtiar ibarat orang memerintah
Bawahannya.
Ikhtiar tanpa doa ibarat orang yang tak tahu
Asal-usulnya.
Allah SWT berfirman dalam Hadis Qudsi:
”Barangsiapa yang tidak berdoa kepadaKu,
Niscaya Aku murka kepadanya.”
(HR. Abu Hurairah dengan sanad Hasan)
”Apabila Kami berikan nikmat kepada
manusia, dia memalingkan diri dan beraku
sombong. Tetapi apabila bahaya datang
menimpanya, dia berdoa panjang lebar.” (QS.Fusshilat 41:51)
Husnuzhan dan Suuzhzhan
• Sebagian gejala orang yang ma’rifat:Ia selalu ber-husnuzhan kepada Allah,
Selalu berprasangka baik kepada Allah,
Tak pernah berputus-asa dari rahmat Allah,
Tak pernah putus harapan dari ampunan Allah.
Yakin bahwa doanya didengarkan oleh Allah,
Yakin bahwa doanya akan dikabulkan Allah.
Ia sadar semua yang baik dari Allah.
Semua yang buruk bersumber dari diri sendiri.
Ia sadar Allah melimpahkan banyak anugerah.
Namun hawa nafsunya merusak diri pribadi.
• Bila orang tertutup dari ma’rifat,
Sering ber-suuzhan kepada Allah,
Sering berprasangka buruk kepada Allah.
Mereka menganggap Allah begitu jauh,
Padahal Dia lebih dekat dari nadi lehernya.
Mereka mengangap Allah ”tidak peduli”,
Padahal Dia memantau manusia setiap hari
Mereka mengira Allah tak terjangkau insan,
Padahal Dia setiap waktu mengulurkan tangan,
Mereka menganggap Allah tidak adil.
Kalau tak adil, lalu siapa yang lebih adil dari Allah?
• Berprasangka baik kepada Allah, pertanda
Ia dekat dengan Allah.
Berprasangka buruk kepada Allah, pertanda
Ia jauh dari Allah.
Bagaimana pintu ma’rifat terbuka
Bila kalbunya sudah tertutup purbasangka?
Bagaimana Allah sudi mendekati
Bila si insan sudah mengunci diri?
• Kawan,
Pupuklah husnuzhzhan, baik sangka kepada Tuhan,
Niscaya imanmu menjadi teguh kuat bertahan.
Sirnakan suuzhzhan, buruk sangka kepada
Al-manan,
Agar imanmu terhindar dari godaan setan.
”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah
Kebanyakan dari prasangka,sesungguhnya
Sebagian prasangka itu adalah dosa dan
Janganlah kamu mencari kesalahan orang lain
Dan janganlah sebagian kamu menggunjing
Sebagian yang lain.”
(al-Hujurat, 49:12)
Kalbu yang Hidup, Kalbu yang Mati
• Sebagian gejala orang yang ma’rifatkalbunya hidup memancarkan nur Ilahi,
wajahnya bersih, sinar matanya sejuk berseri,
hatinya damai, suka bersilaturahmi,
selalu berdzikir, ingat kepada Allah,
selalu hadir, ingat kepada Allah,
banyak berdoa, memanggil asma Allah,
banyak beramal, lakukan perintah Allah.
Sebab-sebab hidupnya kalbu:
Iman teguh tawakal kepada Allah,
Taqarub mendekat kepada Allah,
Zuhud, terhadap dunia tidak serakah,
Dermawan, suka bersedekah,
Taqwa, taat beribadah,
Suka bergaul dengan pecinta Allah.
• S e b a l i k n y a,
Orang yang kalbunya mati hatinya terkunci,
Tertutup rapat dari cahay nur Ilahi.
Ia ingkar kepada Allah, jauh dari agama.
Ia kafir tak mengakui Tuhan Sang Pencipta.
Jika datang kebenaran ia menolaknya.
Hatinya keras, kasar, bagai batu laiknya.
Sebab-sebab matinya kalbu:
Iman kosong tak mengenal Allah,
Musyrik, mendua-tigakan Allah,
Takabur, akal menolak kebenaran,
Kufur terhadap rahmat Al-mannan
Fasik suka berbuat jahat,
Suka bergaul dengan ahli maksiat.
• Kalbu itu inti kehidupan ruhaniah,
Pengarah dan pengendali aktivitas batiniah.
Apabila baik kalbu,baiklah semuanya.
Apabila buruk kalbu, buruklah seluruhnya.
Namun, kalbu mudah goyah mudah berubah.
Ibarat ilalang terhembus angin berganti arah.
Kecuali bagi iman yang teguh istiqomah.
Doa teguhnya kalbu:
”Ya muqallibal qulub, tsabit qalbi ’ala dinik” :
Ya Allah yang membolak-balikan kalbu,
Tetapkanlah hatiku dalam agamaMu Amin.
Kalbu yang Sehat, Kalbu yang sakit
*sebagian gejala orang yang ma’rifatIa beruntung memiliki qalbun salim,
Kalbu yang sehat, tenteram dan damai.
Ibarat pohon teduh tahan dilanda badai
Kalbunya bersih, lurus berakhlak bagus,
Amal shalehnya lestari tidak terputus.
Kalbunya sehat lahir dan batin.
Islamnya kuat imanya yakin.
Di masyarakat menjadi rahmatan lil’alamin.
Di sisi Allah menjadi kekasih robbul’alamin.
*sungguh merugi bila memiliki qalbun maridh,
Kalbu yang sakit, hati penuh sifat munafik.
Jika berkata dusta, jika berjanji menyalahi ,
Jika diberi amanah ia menghianati.
Didepan para mukminin mengaku beriman.
Di depan kafirin ia memperolok-olokkan islam.
Hatinya penuh takabur, iri dan dengki.
Tidak sama antara kata dengan isi hati.
Mudah tergiur hawa nafsu dan godaan setan.
Iman lemah rentan langgar larangan Tuhan.
*Qalbu yang sakit mencampuradukkan
Kebenaran dengan kemungkaran
Kebaikan dengan kejahatan
Keadilan dengan kedzaliman
Ia jadikan hawa nafsu sebagai hakim,
Dibiarkan merajalela berbuat dzalim.
Sehingga kerusakan moral menjadi-jadi,
Hilang lenyap bisikan hati nurani.
*kondisi kesehatan kalbu antara lain:
Tauhid itu sehat, musyrik itu sakit,
Yakin itu sehat, was-was itu sakit,
Siddiqq itu sehat, munafik itu sakit,
Amanah itu sehat, ingkar janji itu sakit,
Jujur itu sehat, pendusta itu sakit,
Cinta damai itu sehat, dengki itu sakit,
Tawadhu’ itu sehat, takabur itu sakit,
Bersyukur itu sehat, kufur itu sakit,
Taqwa itu sehat, alpa/lalai itu sakit.
*Kalbu yang sehat membawa jalan ke ma’rifat.
Kalbu yang sakit manutup pintu rapat-rapat.
Tanda-tanda Orang Beriman
dan berduka karena berbuat keburukan
itulah tandanya ia orang beriman.
S e b a l i k n y a,
Barangsiapa gembira karena berbuat kejahatan
Dan menyesal karena berbuat kebajikan
Itulah tanda orang fasik pembuat kerusakan.
Orang beriman menjadi kekasih Tuhan,
Orang fasik menjadi kekasih setan.
• Tanda-tanda orang yang sempurna imannya
- Apabila disebut asma Allah bergetar hatinya
- Apabila dibacakan ayat-ayat Allah bertambah imannya
- Bertawakal hanya kepada Allah
- Mendirikan shalat
- Menafkahkan rizkinya di jalan Allah*
• Iman itu fondasi ma’rifatullah,
Menjadi akar ”pengenalan” kepada Allah.
Tanpa iman tak mungkin mengenal Allah.
Orang kafir pasti jauh dari Allah
• Jangan iman terselubungi munafik,
Atau iman tercampuri musyrik,
Atau iman terkotori fasik,
Atau iman tersembunyi takabur,
Atau iman ternodai kufur,
Iman yang murni tegar seperti besi:
Dibakar ditempa kotoran justru menepi
Iman menjadi bersih oleh kobaran api:
Api ujian, api cobaan, tanpa berhenti.
• Iman hendaknya disertai ilmu dan amal shaleh.
Ketiganya merupakan ”trilogi” tak terpisah,
Ketiganya saling berkait saling mendukung.
Hilang satu ma’rifatnya niscaya buntung.
Ilmu, amal shaleh tanpa iman, kosong.
Iman, amal shaleh tanpa ilmu, bolong.
Iman, ilmu tanpa amal shaleh, ompong.
Iman, Islam, Ihsan
Kalbunya dihiasi cinta kepada iman,
Tekadnya teguh amalkan ajaran islam,
Hatinya bersih ditaburi permata ihsan,
Benci kepada kekafiran dan kemusyrikan,
Jauh dari kefasikan dan kemungkaran,
Terhindar dari kemaksiatan dan kezhaliman,
Hatinya ridha kepada ketentuan tuhan,
Sabar tawakal menghadapi ujian dan cobaan.
*sebagian gejala orang yang ma’rifat:
Ia bisa merasakan kemanisan iman,
Ia bisa menghayati kesejukan islam,
Ia bisa mendalami kekhusyu’an ihsan,
Ia bisa menikmati kelezatan beribadah,
Ia bisa menyukai ke ikhlasan bersedekah,
Ia bisa meresapi kemuliaan taqwa,
Ia bisa mensyukuri kemakbulan do’a,
Ia bisa memelihara putihnya kalbu,
Ia bisa merelakan gugurnya hawa nafsu.
*orang yang kalbunya dipenuhi iman.
Jiwanya akan khusyu’, damai dan tentram.
Orang yang hidupnya sarat dengan islam.
Hatinya akan tawadhu’dekat dengan Ar-Rahman.
Orang yang jiwanya dihiasi ihsan.
Ia akan dicintai Tuhan dan sesama insan.
*iman islam dan ihsan
Merupakan tiga serangkai.
Iman ibarat akarnya.
Islam batang tubuhnya.
Ihsan si bunga indahnya.
Peliharalah ketiganya dengan cermat.
Agar tercapai derajat tinggi dalam ma’rifat.
Tumbuhkan ketiganya dengan subur
Agar dapat meraih maqam yang luhur
*iman islam dan ihsan
Ketiganya mutiara-mutiara agama.
Bila ketiganya dipelihara dengan baik,
Niscaya dicintai dan diridhai Allah Al-Khalik.
Bila ketiganya bersemayam dalam hati,
Ma’rifatullah akan subur bersemi.
Tetapi apabila ketiganya dibiarkan pergi,
Agamanya lenyap, di akhirat merugi.
Bashirah si Mata-Batin
Bashirah mata ruhani menampak fenomena batin
Fenomena tersembunyi dibelakang yang hadir,
Yang tersamar berada dibelakang tabir.
Bashirah si mata-batin tajam bila diasah dilatih
Dengan Taqarrub kepada Yang Maha Pengasih,
Bashirah instrumen penting bagi ma’rifat,
Dapat mengungkap mana kulit mana hakikat
• Sama dengan mata-zhahir, mata-batin Beraneka ragam:
Mata-batin jernih, mudah menerima hidayah Allah,
Mata-batin tajam peka terhadap Isyarat-isyarat Allah,
Mata-batin tumpul, bagi awamYang ma’rifatnya rendah
Mata-batin buta, bagi kafirin yang mengingkari Allah
Mata-batin juling, bagi musrikinYang mendua-tigakan Allah,
Mata-batin sakit, bagi munafikin yang lancung antara Hati dan perbuatan,
Mata-batin buram, bagi fasikin
Yang mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan.
Jika mata-batin tak sehat, berarti jiwanya terhijab.
Jika jiwanya terhijab, bagaimana Ma’rifatullah mendekat?
• Mata-zhahir sering menjadi tabir ma’rifat,
Menutup hati pencari pintu hakikat.
Mata-batin yang tajam dapat menembus tabir,
Menyingkap hakikat yang berada
Di belakang yang zhahir
• Kadang mukmin awam lebih ma’rifat daripada Cendikiawan
Karena mata-batinnya lebih peka menatap Allah
Kadang mukmin biasa lebih ma’rifat daripadaUlama
Karena mata-batinnya lebih mampu menyerap Kehendak Ta’ala
• Tutuplah rapat-rapat mata-zhahir anda
Bukalah lebar-lebar mata-ruhani anda,
Niscaya anda akan dapat bermusyahadah
Bersaksi sepenuh yakin ke hadirat Allah SWT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar