Jumat, 08 Maret 2013

<> Akhir Zaman : Orang Meminum Khamer & Menamakanya Bukan Khamer


by Muhammad Taqiyuddien AsSamarangy 

Dari Abu Malik Al-Asy'ari r.a. bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya ada sebagian dari umat ku yang akan meminum khamer dan mereka menamanya dengan nama yang lain (mereka meminum) sambil dialunkan dengan bunyi musik dan suara artis- artis. Allah swt. akan menenggelamkan mereka ke dalam bumi (dengan gempa) dan Allah swt. akan merobah mereka menjadi kera atau babi".(H.R. Ibnu Majah)


Keterangan : Maksudnya, akan ada di kalangan orang Islam ini yang meminum khamer dan mereka mengatakan bahwa yang diminum itu bukanlah khamer. Ia hanyalah sejenis minuman yang dapat menyegarkan badan (ket.jamu ,suplemen dsb) atau yang dapat menghilangkan dahaga. Mereka akan memberikan suatu nama kepada minuman ini yang menunjukkan bahwa ia bukan khamer, tetapi sebenarnya ia adalah khamer yang telah diharamkan oleh syara' karena dapat menimbulkan akibat memabukkan jika banyak.

Sebagai contoh dan bukti bahwa hadits ini telah berlaku yaitu berikut:

421034_342709085767017_100000837841268_9
Gambar di atas adalah contoh khamer yang orang anggap sebagai jamu atau minuman yang menyehatkan padahal sudah jelas minuman di atas adalah jenis minuman beralkohol golongan B (mengandung alkohol 14%) dan mengakibatkan effect mabuk jika terlalu banyak. Tapi banyak orang berdalih bahwa itu adalah jamu kesehatan bukan khamer .nauzubillahiminzaliq.

Kemudian, menjadi kelaziman pula, suasana mabuk itu akan disertai dengan alunan musik dan juga nyanyian artis- artis kenamaan. Sebagai contoh dan bukti adalah di diskotik dan sebagainya.

Rasulullah saw. menerangkan bahawa golongan ini akan ditimpa gempa bumi atau tubuh badan mereka diubah kepada bentuk kera atau babi.

Sangat benar sabdaan Junjungan Besar Nabi saw. ini. Gempa bumi demi gempa bumi yang berlaku di beberapa tempat di dunia ini sebagai satu siksaan dari Allah swt. dan jikalau golongan ini belum sampai keperingkat diubah bentuk badan mereka menjadi kera dan babi tetapi sifat dan cara hidup mereka sudah banyak menyerupai sifat dan cara hidup kera dan babi. Bagaimana sifat kera dan babi ? Yaitu tidak pernah beribadah kepada Allah hanya makan & minum, kawin sana sini tanpa ikatan sah yaitu pernikahan, tidur , mencari makan (kerja). Karena yang membedakan perangai drajat manusia dengan hewan adalah ibadahnya kepada Allah. Jika tidak ibadah apa bedanya dengan hewan? Mengaku islam tapi tidak pernah shalat dan tidak menjalankan syariat islam ,bukankah itu sudah terjadi? Astahfirullah. Betapa dekatnya kita dengan akhir zaman. Mari kita bertaubat wahai saudaraku.

Tidak ada komentar: