sembahyang itu bukan sekali-kali berarti :Menyembah, tapi suatu istiadat penyaksian diri sendiri dan sesungguhnya tiada diri kita itu adalah diri Allah semata.Kita menyaksikan bahwa diri kitalah yang membawa dan menanggung rahasia Allah SWT. Dan tiada sesuatu pada diri kita hanya rahasia Allah semata serta.. tiada sesuatu yang kita punya : kecuali Hak Allah semata.
Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzab 72
Inna ‘aradnal amanata ‘alas samawati wal ardi wal jibal fa abaina anyah milnaha wa’asfakna minha wahamalahal insanu.Artinya :
“sesungguhnya kami telah menawarkan suatu amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung tapi mereka enggan menerimannya (memikulnya) karena merasa tidak akan sanggup, lantas hanya manusia yang sanggup menerimanya”Dan karena firman Allah inilah kita mengucap :
“Asyahadualla Ilaaha Illallah Wa Asyahadu Anna Muhammadar Rasulullah”Yang berarti :
Kita bersaksi dengan diri kita sendiri bahwa tiada yang nyata pada diri kita sendiri hanya Allah Semata dengan tubuh zahir kita sebagai tempat menanggung rahasia Allah dan akan menjaganya sampai dengan tanggal yang telah ditentukan.
HAKEKAT SEMBAHYANG ( Sholat )
Hal ini terkandung dalam surat Al-Fatehah yaitu :
Alhamdu (Alif, Lam, Ha, Mim, Dal)Kalimat alhamdu ini diterima ketika rasulullah isra’ dan mi’raj dan mengambil pengertian akan hakekat manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. Yaitu : Adam AS. Tatkala Roh (diri bathin) Adam AS. Sampai ketahap dada, Adam AS pun bersin dan berkata alhamdulillah artinya : segala puji bagi Allah
Apa yang di puji adalah :
Zat (Allah)Manusia akan berguna disisi Allah jika ia dapat menjaga amanah Rahasia Allah dan berusaha mengenal dirinya sendiri.
Sifat (Muhammad)
Asma’ (Adam)
Af’al (Manusia)
Karena bila manusia dapat mengenal dirinya, maka dengan itu pulalah ia dapat mengenal Allah.
Hadits Qudsi :
“MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU”Artinya :
Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Allah
ALIF ITU ARTINYA : NIAT SEMBAHYANGatau bisa juga kalau di kias lagi jadi Empat :
LAM ITU ARTINYA : BERDIRI
HA ITU ARTINYA : RUKU’
MIM ITU ARTINYA : SUJUD
DAL ITU ARTINYA : DUDUK
Berdiri (alif=jalalullah),
Rukuk (lam awal=jamalullah),
Sujud (lam akhir=kaharullah),
Duduk (haa=kamalullah),
menjadi nasar api, angin, air dan tanah dlm diri kita
Perkataan pertama dalam sembahyang itu adalah : Allahu Akbar (Allah Maha Besar) Perkata ini diambil dari peringatan ketika sempurnanya roh diri Rahasia Allah itu dimasukkan kedalam tubuh Adam AS. Adam AS. Pun berusaha berdiri sambil menyaksikan keindahan tubuhnya dan berkata : Allahu Akbar (Allah Maha Besar).
Dalam sembahyang harus memenuhi 3 syarat :
1. Fiqli (perbuatan)MENGAPA KITA SEMBAHYANG SEHARI SEMALAM 17 RAKAAT :
2. Qauli (bacaan)
3. Qalbi (Hati atau roh atau qalbu)
Adalah mengambil pengertian sebagai berikut :
Hawa, Adam, Muhammad, Allah dan Ah
1. AH itu menandakan sembahyang subuh…….”2”rakaat yaitu…Zat dan Sifat
2. ALLAH itu menandakan sembahyang Zohor “4” rakaat yaitu :Wujud,Alam,Nur dan Syahadat.
3. MUHAMMAD itu menandakan sembahyang Asar “4” rakaat yaitu : Tanah,Air,Api dan Angin.
4. ADAM itu menandakan sembahyang Magrib “3” rakaat yaitu :Ahda,Wahda,dan Wahdia.
5. HAWA itu menandakan sembahyang Isya “4” rakaat yaitu : Mani,Manikam,Madi dan DI.
MENGAPA KITA MENGUCAP DUA KALIMAH SYAHADAT 9 KALI DALAM 5 WAKTU SEMBAHYANG
Sebab diri bathin manusia mempunyai 9 wajah.
Dua kalimah syahadat pada :
1. Sembahyang SUBUH 1 kali itu memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIRUSIR (Rahasia didalam Rahasia)
2. Sembahyang ZOHOR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat SIR dan AHDAH
3. Sembahyang ASAR 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat WAHDA dan WAHDIA
4. Sembahyang MAGHRIB 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat AHAD dan MUHAMMAD
5. Sembahyang ISYA 2 kali memberi kesaksian pada wajah kita pada martabat MUSTAFA dan MUHAMMAD
MENGAPA KITA HARUS BERNIAT DALAM SEMBAHYANG
Karena : niat itu merupakan kepala sembahyang.
Hakekat niat letaknya pada martabat alif dan ataupun kalbu manusia didalam sembahyang itu kita lapazkan didalam hati :
Niat sbb :
“aku hendak sembahyang menyaksikan diriku karena Allah semata-mata.”Dalilnya :
1. LA SHALATAN ILLA BI HUDURIL QALBI
Artinya : Tidak Sah Shalat Nya Kalau Tidak Hadir Hatinya (Qalbunya)
2. LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFATULLAHArtinya : Tidak Syah Sholat Tanpa Mengenal Allah
3. WAKALBUL MU’MININ BAITULLAHArtinya : Jiwa Orang Mu’min Itu Rumahnya Allah
Artinya : Aku (Allah) Lebih Dekat Dari Urat Nadi Lehermu
4. WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ
5. IN NAMAS SHALATU TAMAS KUNU TAWADU’UArtinya : Hubungan Antara Manusia Dengan Tuhannya Adalah Cinta. Cintailah Allah Yang Karena Allah Engkau Hidup Dan Kepada Allah Engkau Kembali. (H.R. Tarmizi)
6. AKI MIS SHALATA LI ZIKRIArtinya : Dirikan Shalat Untuk Mengingat Allah (QS. Taha : 145)
Sedangkan :
1. Al-Fatehah ialah merupakan tubuh sembahyang
2. Tahayat ialah merupakan hati sembahyang
3. Salam ialah merupakan kaki tangan sembahyan
HAKEKAT AL-FATEHA DALAM SHALAT
Membersihkan hati dari syirik kepada Allah SWT
Mengingat kita bahwa tubuh manusia itu mempunyai 7 lapis susunan jasad yaitu :
1. Bulu
2. Kulit
3. Daging
4. Darah
5. Tulang
6. Lemak
7. Lendir
7 ayat dalam Al-Fatehah merupakan tawaf 7 kali keliling ka’bah.
HAKEKAT ALLAHU AKBAR DALAM SHALAT IALAH :
“Mengambil magna ucapan Nabi Adam AS. Ketika berdiri menyaksikan dirinya sendiri dan Nabi Adam AS. Mengucap kalimah Allahu Akbar.
Peristiwa ini merupakan tajali (perpindahan) diri rahasia Allah sehingga dapat di tanggung oleh manusia dengan 4 perkara yaitu :
1. WujudPerkataan Allah pada Allahu Akbar mengandung magna atau martabat zat sedangkan perkataan “Akbar” pada Allahu Akbar mengandung magna atau martabat : sifat.
2. Ilmu
3. Nur
4. Syahadat
Jadi zat dan sifat itu tidak boleh berpisah, zat dan sifat sama-sama saling puji memuji.
DALAM SHALAT ITU JUGA MENGANDUNG HAKEKAT ZAKAT.
Hakekat zakat dalam shalat ialah :
Mengandung makna “ Pembersih hati “ dari pada syirik kepada Allah SWT.
“ iiya Kanak Budu Wa iiya Kanasta’in”
Hanya kepada Allah lah aku menyembah dan hanya kepada Allah lah aku mohon pertolongan.
HAKEKAT PUASA DALAM SHALAT :
1. Tidak Boleh Makan Dan Minum
2. Mata Berpuasa
3. Telinga Berpuasa
4. Kulit Berpuasa
5. Hati Berpuasa
HAKEKAT WHUDU ADALAH : Ialah membersihkan diri sebelum menunaikan shalat :
Niat
Membasuh Muka
Membasuh Tangan
Membasuh Kepala
Membasuh Telinga
Membasuh Kaki
Tertib
Hakekat Niat dalam Wudhu : ialah
“tiada wujud pada diriku hanya Allah semata”
Jadi Kita Mengisbatkan Hidup Kita, Ilmu Kita, Pandangan Kita, Penglihatan, Kuasa Kita, Kata-Kata Kita Semuanya Adalah Hak Allah Semata. (Ia Haiyun, Ia Alimun, Ia Sami’un, Ia Basirun, Ia Kadirun, Ia Maridun, Ia Mutakalimun Bil Hakki Illallah).
Hakekat Membersihkan Muka dalam wuduk ialah :
Membuang semua sifat : sombong angkuh, kemuliaan, kebesaran,yang ada pada diri manusia.
Hakekat Membasuh Tangan dalam wuduk ialah :
Membuang semua sifat-sifat aku berkuasa, aku orang kuat dan aku orang besar.
Hakekat Membasuh Kepala dalam wuduk ialah :
Membersihkan segala fikiran dari segala urusan dunia
Hakekat Membasuh Telinga dalam wuduk ialah :
Membersih segala pendengaran dari hal-hal yang tidak perlu
Hakekat Membasuh Kaki dalam wuduk ialah :
Kita harus membetulkan perjalanan kita hanya untuk satu tujuan yaitu : “Allah SWT” semata
Cara-cara sholat mengikuti syarat dan rukunya.
1. 1. Cara-cara sholat mengikuti syarat dan rukunya.
Adapun yang dikatakan sholat mengikuti syarat dan rukunnya adalah dengan kita mendirikan sholat dengan mengikuti syarat dan rukun sesuai yang ditetapkan oleh syariat.
Disini tidaklah perlu untuk saya jabarkan satu persatu, tetapi kita batasi hanya tentang beberapa perkara didalam sholat yang penting-penting saja yang harus kita perhatikan benar-benar tentang aturan dan caranya, juga perbuatan didalam sholat itu sendiri, diantara perkara-perkara yang akan kita bahas disini adalah :
NIAT
Adapun niat itu terkandung didalam, ta’arat, ta’awut, dan ta’ayin dan niat ini hendaklah muncul pada ujung hati kita dan terus ditindak lanjuti dengan perbuatan,
Jadi niat bisa disimpulkan adalah :
Terlintas sesuatu dihati dan terus dilakukan dengan perbuatan apa yang terlintas dihati tersebut dan tidak berpaling pada perbuatan yang lain.
Niat sholat ini kita lafazkan didalam hati kita dan katakanlah :
Niatku sholat menyaksikan diriku karena Allah s.w.t. semata-mata.Ketika melafazkan niat kita ini, kita hendaklah berdiri persis ditempat sujud kita, berniat langkahkan tiga tapak langkah mundur kebelakang yaitu kearah tempat sembahyang tersebut dan qiamlah untuk teruskan aturan sembahyang.
BERDIRi
Yang dinamakan qiam itu adalah kita berdiri di atas tempat sembahyang, dada tegak ke arah Baitullah (kiblat), jarak di antara kaki kiri dengan kaki kanan adalah sejengkal lurus dan kedua tapak kaki hendaklah lurus ke arah Baitullah, tangan kita lurus dan tegak menghadap kiblat, mata zahir kita hendaklah memandang ke tempat yang hendak kita sujud, bebaskan diri kita dari segala hal keduniawian dan seterusnya takbirlah ( Allahu Akbar ) posisi dada kita hendaklah senantiasa tegak ke arah Baitullah.
TAKBIRATUL IHRAM
Ketika kita berkata Allahu Akbar maka hendaklah kita mengangkat dua belah tangan tegak dan lurus serta biarkan ibu jari tangan kedua-dua belah tangan kita menyentuh telinga kita, maksudnya agar kita dapat merasakan ketegakannya, yaitu rasa di bahagian tengah belakang kita.
Takbiratul ihram itu hendaknya dilafazkan dengan panjang 3 alif (6 harakat) sambil kedua belah tangan ke arah telinga dan lafaz Allahu Akbar itu hendaknya serentak dengan kedua tangan kita sampai dipeluk diatas pusat.
Kemudian peluklah kedua belah tangan diatas pusat dengan tangan kiri di bawah dan tangan kanan di atas.
Posisi lengan sebelah kanan di bahagian rusuk kanan dan longgarkan sedikit sebelah kiri sehingga berbentuk lubang di antara siku kiri dengan bahagian badan semacam huruf (…….), kemudian pada perkataan Akbar Dekapkan tubuh kita dan jangan sekali-kali bergerak walau keadaan macam apapun dengan tidak ada istilah garuk – menggaruk selama sholat.
setelah selesai takbir maka bacalah : ………….
BACA AL FATIHAH
Berawal Al Fatihah itu terdiri daripada 7 ayat yaitu :…..
Dan hendaklah di-wakaf-kan pembacaannya pada setiap ayat dan dibaca di dalam dada, biarlah kita merasai bacaan kita itu, berada di bawah paras susu pada lambung kiri kita dan jangan sekali-kali sekedar dibaca di mulut saja. Di samping itu hendaklah dibaca mengikut tata cara bacaan yang betul mengikut sebutan huruf dan baris masing-masing.
Bacalah Al Fatihah ini perlahan-lahan ( jangan cepat ) agar kita dapat merasakan kegairahan Al Fatihah tersebut. Di samping itu, bacaan kita itu janganlah terlampau nyaring dan jangan pula terlampau perlahan sehingga tidak dapat kedengaran di telinga kita. Hal ini sesuai dengan firman Allah di dalam Al-Quran:
Suarah Al-Isra’ ayat 110
artinya:
Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu di dalam sholatmu dan jangan pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara keduanya.RUKUK
Rukuk artinya menundukkan diri selaras pinggang ke arah Baitullah. Sewaktu rukuk mata kita hendaklah diarahkan ke tempat sujud. dan tangan kita hendaklah ditongkatkan di lutut (tapak kedua belah tangan betul-betul di tengah tempurung lutut).
Dan bacalah : …………
dengan perlahan-lahan ( jangan cepat )
bangkit dari rukuk kita iktidal dan angkatlah kedua belah tangan kita seperti takbir dan …..
SUJUD
Bermula sujud itu adalah merebahkan diri kearah Baitullah dengan membongkokkan badan agar bahagian muka kita mencium di atas tempat sholat dengan tangan hendaklah diletakkan kedua belah ibu jari menyentuh bibir kanan dan bibir kiri.
Dan kaki kita hendaklah ditegakkan 9o0 darajat (tegak) dan jangan sekali-kali bahagian lengan kita menyentuh tempat sembahyang (tikar sembahyang). Dan bacalah ; ………
DUDUK ANTARA DUA SUJUD
Kemudian bangkit duduk di antara dua sujud. Letakkan kedua belah tangan pada paha dan lutut dan jangan digerakkan.
Bacalah: ….
TAHIYAT AWAL DAN AKHIR
Berawal cara tahayat awal itu adalah dengan cara kita duduk di atas kaki kiri kita, dan bahagian kaki kanan hendaklah ditegakkan 90 derajat.
Kemudian kedua belah tangan hendaklah diletakkan di atas paha dan lutut, arah pandangan kita hendaklah dilihat ke tempat sujud kemudian bacalah :….
…..
Bacalah tahayat itu dengan teratur dan perlahan di samping itu hendaklah dirasakan di dalam dada. Bacaan tahayat mestilah dibaca dengan teratur karena ayat-ayat tahayat itu adalah ayat pujian Zat kepada Sifat dan pujian sifat kepada Zat dengan lain perkataan puji memuji di antara diri zahir dengan diri batin di samping penyaksian secara total di antara tubuh zahir dan tubuh batin. Begitu juga pada tahayat akhir, cuma kedudukan kaki kita pada bagian kiri hendaklah dimasukkan di bawah betis kaki kanan dan tegakkan tapak kaki kanan 90 derajat seperti di dalam tahayat awal dan bacalah : ……
Seyogianya kata salam itu adalah berpaling muka ke kanan dan ke arah kiri hingga mata zahir kita dapat melihat bahu kanan dan bahu kiri kita, ketika memutar kepala itu jangan sekali-kali dada kita bergerak biar tegak ke arah baitullah dan saat memberi salam itu maka bacaannya :
Salam sebelah kanan bacalah : …
Salam sebelah kiri bacalah : …
Pada martabat Zat dan Sifat, bacaannya
Salam kanan bacalah : …
Salam kiri bacalah : …
- 2. MENGHILANGKAN DIRI
Adapun yang dimaksudkan menghilangkan diri adalah dengan cara kita menafikan yang zahir ini dan mengisbabkan kepada diri batin semata-mata, yaitu dengan cara kita menanamkan niat dalam diri bahwa sesungguhnya diri kita ini tidak mempunyai apa-apa. Kita tidak mendengar, tidak berkehendak, tidak melihat, tidak hidup, singkat kata kita tidak ………. tidak …………. segalanya hanya Dia saja (Allah) yang bersifat begitu:
……………………………….
Silahkan baca bacaan di atas sebelum takbirratulihram
Dengan beriktikad begitu maka kita akan merasai diri kita ini kosong. Pertahankan perasaan ini sepanjang kita mengerjakan sholat yaitu dari pertama kita mulai niat, takbir dan sampailah ke salam dan jangan sekali-kali hilang perasaan itu walaupun sesaatpun selama mengerjakan sholat tersebut.Jika kita tidak merasai begitu (hilang diri) maka kita tidak dapat menyaksikan diri rahasia kita di dalam sholat tersebut, untuk bisa selalu khusyu’ dan tawwadu’ ketika hendak memulai takbiratul ihram (ketika kiam). Katakanlah bacaan berikut:
………………
Selesai dibaca bacaan diatas serantak kita merasakan “ merinding ” (rasa-rasa) pada bahagian belikat di tengah–tengah tulang belakang. Perasaan itu muncul dari bawah tulang sulbi naik kearah atas tulang belakang. ketika kita merasakan perasaan tersebut maka cepat-cepatlah kita takbir dengan kata : ……Dan baca lafaz takbir biar panjang sekurang-kurangnya adalah 3 alif (6 harakat)
Takbir kita itu biarlah dengan penuh tenaga dan dilafazkan didalam dada.
Perlu diingatkan pada qiam (berdiri) dan menghilangkan diri, mata zahir kita hendaklah melihat ditempat sujud kita. Dada kita menghadap kiblat dan mata hati kita hendaklah melihat diantara kedua-dua kening dan batang hidung.
Disamping itu telinga batin kita hendaklah menumpuhkan sepenuh perhatin dan pendengaran kearah bacaan yang dilafazkan oleh segenap anggota kita yaitu zahir dan batin, dan tidak sesaat pun lalai dengan tugasnya itu.
Manakala tugas mata batin kita adalah melihat diantara kedua kening dan batang hidung bagai menilik akan diri kita ( diri rhasia yang ada pada kita ). Maka tiliklah dengan sebaik-baiknya seluruh diri rahasia kita itu sehingga benar-benar nampak jelas dan terang sekali.
- 3. Menilik Diri
Adapun yang dimaksud menilik diri rahasia adalah dimana kita menilik diri batin yang menjadi rahasia kepada Allah s.w.t. Maka diri batin kita itulah diri rahasia Allah s.w.t. yang bersemayam didalam jasad kita dimana rupanya adalah sama seperti rupa paras yang zahir ini tetapi tidak cacat cela seperti kita.
Didalam hal menilik diri ini, tumpuhkan mata hati kita dari saat menghilangkan diri, hingga takbiratul ihram sampailah salam kepada .., titiklah diri rahasia didalam jasad kita. Tiliklah diri rahasia kita itu sehingga nampak jelas, keseluruhan diri rahasia kita pada setiap saat di waktu menunaikan sholat tersebut.
Rupa diri rahasia kita adalah sama dengan rupa wajah kita. bila saja diri rahasia dapat dilihat dengan terang, meliputi seluruh tubuh jasad kita, maka kita akan merasakan pada peringkat awalnya “ merinding ” (gemetar seluruh tubuh secara serentak tanpa di buat-buat), diikuti dengan suatu kelezatan yang tidak bisa untuk diterangkan disin,i dengan demikian akan mewujudkan tawadu’ didalam sholat.
Jangan sekali kali kita menoleh mata bathin kita itu kearah lain. sebaliknya kita haruslah melatih diri ini sehingga berhasil mencapai makam dan martabatnya.
Tawadu’ adalah mematikan penglihatan mata hati dari melihat dan menilik hal-hal lain kecuali ditumpuhkan sepenuhnya kepada menilik diri bathin semata-mata. Dengan ini alasan pikiran untuk membayangkan sesuatu yang lain akan gugur dan tidak timbul lagi serta lenyap langsung. Untuk mengetahui secara lebih jelas silahkan bertanya kepada mereka yang hakiki dan makrifat lagi mursyid serta sampai pada martabat ini.
- 4. Mendengar Bacaan Oleh Setiap Anggota
Serentak dengan lidah dalam sholat berawal dengan menghilangkan diri mulai takbir al-ihram sampai ke salam hendaklah dibaca didalam dada yaitu kita dapat merasakan keadaan diri kita itu dilambung kiri kita.
Serentak dengan lidah menyebut satu-satu kalimah bacaan selama menunaikan sholat maka hendaklah dituruti sama oleh setiap anggota tujuh lapis jasad kita dan diri bathin kita, dan dengan itu juga maka wajiblah didengar oleh telinga bathin kita. Jangan sekali-kali menolehkan pendengaran telinga batin kita kepada setiap patah bacaan didalam sembahyang tersebut kearah yang lain.
- 5. Merasai Nikmat Sembahyang
Jika kita mengamalkan petuah-petuah sholat dari para aulia ini, sebagaimana yang dijelaskan disini, maka kita akan menikmati kelezatan yang amat sangat, kalau bisa dikatakan di dunia ini selain daripada kenikmatan persetubuhan tiada lagi suatu nikmat yang lebih nikmat yang dirasakan oleh umat manusia, tetapi jika aku bandingkan dengan nikmat persetubuhan maka nikmat sholat ini adalah 100 kali lebih nikmat dari persetubuhan.
Bisa dibayangkan ….. Enaaak ….!! ….Enak ..!! Sebenarnya kelezatan ini tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Tetapi hanya dapat dirasakan sendiri oleh mereka yang sampai kepada martabatnya.
Inilah suatu
kelezatan yang pernah dialami oleh Wali-wali Allah, para Ariffinbillah
dan makrifat lagi mursyid. Dari kebanyakan mereka yang sampai ke makam
martabat sholat ini secara sebenar-benarnya maka orang yang bersangkutan
bila saja dia akan menunaikan sholat maka belum habis lagi di dalam
takbiratullihram, tubuh jasadnya itu telah gaib dan tidak dapat di lihat
lagi oleh mata zahir manusia dan tidak dapat di rasai bila di sentuh
oleh anggota zahir orang lain. Dengan lain perkataan orang yang sampai
ke martabat ini bila saja takbir di dalam sholat, tentu gaib, dan akan
kembali lagi setelah dia selesai salam dalam sholatnya.
Alangkah berbahagiannya jika kita dapat merasai sendiri kelezatan tersebut. Maka di sinilah timbulnya khusyuk dan Tawwadu’.
Dengan demikian tunaikanlah sholat yang benar sehingga kita mengalami sendiri nikmatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar